Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan berhasil menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada 11 s.d 14 November 2024, bertempat di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah, bertujuan untuk memperkuat pelestarian bahasa dan budaya daerah di tengah masyarakat.
Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala mengirimkan sepuluh peserta yang terdiri dari lima orang untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan lima orang untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka berpartisipasi dalam lima cabang perlombaan yang diadakan. Selama festival para siswa menunjukkan bakat dan keterampilan dalam menggunakan bahasa Banjar.
Dalam festival ini, para peserta dari Kabupaten Barito Kuala berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa mereka:

- Miliana Sari dari SDN Sungai Sahurai 1 berhasil meraih juara 1 dalam lomba Menulis Cerpen.
- Zulfa Maytsa dari SDN Barambai Kolam Kiri 2 meraih juara 1 dalam lomba Menulis Puisi.
- Micca Aulia Safitri dari SMPN 1 Tabukan meraih juara 2 dalam lomba Bapandung.
- Viani Dinda Sari dari SMPN 1 Tamban berhasil meraih harapan 1 dalam lomba Pidato.
- Mila dari SDN Pantang Raya meraih harapan 2 dalam lomba Pidato.
Kemenangan ini sangat berarti, terutama bagi Miliana Sari dan Zulfa Maytsa, yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan pada FTBI 2024 di Jakarta. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi mereka untuk menunjukkan bakat dan cinta mereka terhadap bahasa Banjar di tingkat nasional.

Selain itu,Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala memperoleh sebuah penghargaan yang diterima yang merupakan pengakuan atas komitmen luar biasa dalam melindungi bahasa daerah sebagai bagian dari platform Merdeka Belajar Episode-17 Revitalisasi Bahasa Daerah. Upaya ini sangat penting untuk memastikan bahwa warisan budaya dan bahasa daerah tetap hidup dan berkembang di kalangan generasi muda.
Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Banjar ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran dan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya lokal. Semoga prestasi yang diraih oleh peserta dari Kabupaten Barito Kuala dapat memotivasi lebih banyak siswa untuk berpartisipasi dalam pelestarian bahasa daerah di masa depan.